KEGUNAAN KOLOID
Jika kita lihat,dengan banyaknya produk yang berbentuk koloid yang kita temui sehari hari bisa kita simpulkan bahwa manfaat koloid sangatlah besar bagi kita.
Dalam Bidang Kesehatan
1. Pengukuran laju endapan darah (LED)
Pengukuran laju endapan darah (LED) merupakan satu pemeriksaan rutin pada darah untuk mengetahui tingkat peradangan dalam tubuh seseorang.Pengukuran laju endapan darah berhubungan dengan sifat koloid yaitu pengendapan / sedimentasi . Prinsip kerjanya adalah darah dimasukkan dalam tabung khusus LED , dengan posisi tegak lurus selama satu jam .
Sel darah merah akan mengendap di dasar tabung,sedangkan plasma darah akan mengambangdi permukaan pada saat sel darah merah itu mengendap disebut dengan LED . Di klinik / rumah sakit penentuan kecepatan endapan darah dikenal dengan nama BBS(Bloed Bezinking Snellheid),BSR(Basal Sedimentation Rate),/KPP(Kecepatan pengendapan darah).
2.Pemanfaatan obat norit sebagai obat gangguan perut.
Prinsip kerjanya mengikuti satu sifat koloid yaitu adsorbsi.Norit bergutas untuk menyerap racun.
a) Hemodialisis
Hemodialisis adalah proses pembersihan darah dari zat-zat sampah, melalui proses penyaringan di luar tubuh. Hemodialisis menggunakan ginjal buatan berupa mesin dialisis. Hemodialisis dikenal secara awam dengan istilah ‘cuci darah’.
Sebenarnya proses pencucian darah dilakukan oleh tabung di luar mesin yang bernama dialiser. Di dalam dialiser, terjadi proses pencucian, mirip dengan yang berlangsung di dalam ginjal. Pada dialiser terdapat 2 kompartemen serta sebuah selaput di tengahnya. Mesin digunakan sebagai pencatat dan pengontrol aliran darah, suhu, dan tekanan. Aliran keluar ke penampungan dialisat.darah masuk ke salah satu kompartemen dialiser. Pada kompartemen lainnya dialirkan dialisat, yaitu suatu cairan yang memiliki komposisi kimia menyerupai cairan tubuh normal. Kedua kompartemen dipisahkan oleh selaput semipermeabel yang mencegah dialisat mengalir secara berlawanan arah.
Zat-zat sampah, zat racun, dan air yang ada dalam darah dapat berpindah melalui selaput semipermeabel menuju dialisat. Itu karena, selama penyaringan darah, terjadi peristiwa difusi dan ultrafiltrasi. Ukuran molekul sel-sel dan protein darah lebih besar dari zat sampah dan racun, sehingga tidak ikut menembus selaput semipermeabel. Darah yang telah tersaring menjadi bersih dan dikembalikan ke dalam tubuh penderita. Dialisat yang menjadi kotor karena mengandung zat racun dan sampah, lalu dialirkan. Kedua peristiwa tersebut terjadi secara bersamaan. Setelah proses penyaringan dalam dialiser selesai, maka akan didapatkan darah yang bersih. Darah itu kemudian akan dialirkan kembali ke dalam tubuh.
3.Membantu pasien gagal ginjal
Peristiwa dialisis dipakai sebagai metode dalam proses pencucian darah untuk membantu pasien yang mengalami gagal ginjal.Peristiwa tersebut dikenal dengan istilah hemodialisis yaitu proses cuci darah menggunakan alat untuk menghilangkan urea,keratin,dan zat zat lain yang tidak diperlukan dari darah.
4.Peristiwa penggumpalan darah
Peristiwa ini bermanfaat pada saat terjadi luka.Saat luka diobati dengan obat yang mengandung ion ion Al3+ dan Fe3+ maka ion tersebut akan membantu agar protein di koloid darah yang bermuatan negatif menjadi bersifat netral sehingga proses penggumpalan darah dapat lebih mudah dilakukan .
5.Penggunaan Deodorant
Jika deodorant digosokkan di badan,zat yang terkandung di dalamnya dapat mengadsorpsi keringat yang menyebabkan bau badan.
6.Sebagai satu bentuk sediaan obat
Jenis - jenis koloid yang dipakai sebagai bentuk sediaan obat diantaranya adalah:
a).Emulsi
Contohnya: vitamin penambah nafsu makan pada anak anak ,sirup obat batuk,obat yang berbentuk krim,salep.
b).Aerosol
Contohnya: obat penderita sakit asma yang penggunaanya denfan cara disemprotkan.
7.Penggunaan Arang Aktif
Arang aktif merupakan contoh dari adsorben yang dibuat dengan cara memanaskan arang dalam udara kering. Arang aktif memiliki kemampuan untuk menjerap berbagai zat. Obat norit (obat sakit perut) mengandung zat arang aktif yang berfungsi menyerap berbagai zat dan racun dalam usus. Arang aktif ini juga digunakan para topeng gas, lemari es (untuk menghilangkan bau), dan rokok filter (untuk mengikat asap nikotin dan tar)
Dalam Kehidupan Sehari hari
Dalam Bidang Industri
Sistem koloid digunakan di bidang industri di antaranya daiam industri karet, cat, gula, pengambilan endapan pengotor udara, dan penjernihan air.
1. Penjernihan Air
Air mengandung kotoran koloid. Kotoran ini dapat dibersihkan keluar dengan menggunakan elektrolit seperti Alum. Alum yang bermuatan ion positif Al3+ dapat menarik kotoran koloid yang bermuatan negatif. Jadi Alum digunakan untuk menghilangkan kotoran dan kotoran berada dalam larutan koloid.
Pengolahan air bersih secara lengkap didasarkan pada sifat-sifat koloid, yaitu :
☆Adsorbsi-> Penyerapan ion pada permukaan koloid
☆Koagulasi->Pengendapan / penggumpalan partikel koloid
Untuk memperoleh air bersih perlu dilakukan upaya penjernihan air. Kadang-kadang air dari mata air seperti sumur gali dan sumur bor tidak dapat dipakai sebagai air bersih jika tercemari. Air permukaan perlu dijernihkan sebelum dipakai. Upaya penjernihan air dapat dilakukan baik skala kecil (rumah tangga) maupun skala besar seperti yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Bahan-bahan yang diperlukan dalam proses penjernihan air antara lain : tawas (Al2(SO4)3), karbon aktif, klorin/kaporit, kapur tohor, pasir.
Mekanisme penjernihan air di PDAM:
1. Air sungai dipompakan ke dalam bak prasedimentasi. Dalam bak prasedimentasi ini lumpur dibiarkan mengendap karena pengaruh gravitasi. Lumpur yang mengendap dibuang dengan pompa.
2. Kemudian air yang masih mengandung partikel – partikel lumpur yang berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat mengendap karena pengaruh gravitasi dialirkan ke dalam bak ventury. Pada tahap ini air dicampur dengan Al2(SO4)3.18H2O (tawas). Ion Al3+ yang terdapat pada tawas akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi:
Al3+ + 3H2O → Al(OH)3 + 3H+
Al(OH)3 yang terbentuk akan mengabsorpsi menggumpalkan dan mengendapkan kotoran. Ion Al3+ akan menghilangkan muatan – muatan negatif dari partikel koloid seperti tanah liat/lumpur, sehingga lumpur yang berukuran kecil menjadi flok – flok yang berukuran besar (koagulasi). Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama dengan tawas karena pengaruh gravitasi. Selain berfungsi supaya lumpur lebih mudah mengendap koagulasi juga bertujuan untuk memudahkan lumpur untuk disaring. Selain itu, tawas yang membentuk koloid Al(OH)3 juga dapat mengadsorpsi zat-zat warna atau zat-zat pencermar seperti detergen dan pestisida.
Selanjutnya ditambah gas klorin (preklorinasi) yang berfungsi sebagai pembasmi hama (desinfektan) dan karbon aktif (bila tingkat kekeruhan air baku tinggi). Karbon aktif ini berfungsi untuk menghilangkan bau, rasa, dan zat organik yang terkandung dalam air baku.
3.Air yang setengah bersih kemudian dialirkan ke dalam bak saringan pasir. Dari bak pasir diperoleh air yang hampir bersih, karena sisa flok akan tertahan oleh saringan pasir.
4.Air dalam bak pasir dialirkan ke dalam siphon. Di dalam siphon air yang hampir bersih ditambahkan kapur untuk menaikkan pH dan gas klorin (post klorinasi) untuk mematikan hama.
5. Air yang sudah memenuhi standar bersih dari bak siphon dialirkan ke reservoar.
6. Air siap dikonsumsi konsumen
Proses pengolahan air bersih pada industri pengolahan air bersih (PDAM) yang telah diuraikan di atas disebut sebagai pengolahan air minum sistem konvensional.
2. Mengurangi polusi udara akibat asap pabrik
Gas buangan pabrik yang mengandung asap dan partikel berbahaya dapat diatasi dengan menggunakan alat yang disebut pengendap cottrel. Metode ini dikembangkan oleh Frederich Cottrell (1877-1948) dari Amerika Serikat, dan dikenal dengan metode Cottrell. Prinsip kerja alat ini memanfaatkan sifat muatan (elektroforesis) dan penggumpalan koloid sehingga gas yang dikeluarkan ke udara telah bebas dari asap dan partikel berbahaya
Asap dari pabrik sebelum meninggalkan cerobong asap dialirkan melalui ujung-ujung logam yang tajam dan bermuatan pada tegangan tinggi (20.000 sampai 75.000 volt). Ujung-ujung yang runcing akan mengionkan molekul-molekul dalam udara. Ion-ion tersebut akan diadsorpsi oleh partikel asap dan menjadi bermuatan. Selanjutnya, partikel bermuatan itu akan tertarik dan diikat pada elektrode yang lainnya. Pengendap Cottrel ini banyak digunakan dalam industri untuk dua tujuan, yaitu mencegah polusi udara oleh buangan beracun dan memperoleh kembali debu yang berharga (misalnya debu logam).
3.Penggumpalan Lateks
Lateks merupakan suatu cairan berwarna putih sampai kekuning-kuningan yang diperoleh dengan cara penyadapan (membuka pembuluh latek) pada kulit tanaman karet (Havea brasiliensis L). Partikel karet murni (isoprene) tersuspensi dalam serum lateks dan bergabung membentuk rantai panjang yang disebut poliisoprene (C5H8).
Untuk memperoleh karet, partikel-partikel karet dipisahkan dari cairannya dengan cara penggumpalan baik secara sengaja maupun alami. Pada prinsipnya, penggumpalan terjadi akibat terganggunya faktor penunjang kestabilan sistem koloid lateks, misalnya penurunan pH. Pada saat mulai keluar dari pohon hingga beberapa jam lateks masih berupa cairan, tetapi setelah kira-kira 8 jam lateks mulai mengental dan selanjutnya membentuk gumpalan karet. Di dalam proses penggumpalan lateks, terjadi perubahan sol ke gel dengan pertolongan zat penggumpal. Penggumpalan dapat terjadi dengan penambahan asam (menurunkan pH), sehingga koloid karet mencapai titik isoelektrik dan terjadilah penggumpalan. Sehingga peranan pH sangat menentukan mutu karet.
Penggumpalan pada pH yang sangat rendah mengakibatkan warna karet semakin gelap dan nilai modulus karet semakin rendah. Penggumpalan sengaja yang lazim dilakukan saat ini adalah dengan penambahan asam, seperti asam format dan asetat untuk menurunkan pH lateks. Sedangkan lateks dapat menggumpal secara alami akibat terbentuknya senyawa-senyawa asam hasil perombakan karbohidrat dan lipid yang terdapat di dalam lateks oleh mikroorganisme (Nazaruddin, 1998).
Dalam Bidang Pangan
Makanan yang kita konsumsi sehari-hari ada yang berbentuk padatan ataupun cairan. Akan tetapi, terkadang beberapa makanan yang berbentuk padatan sulit untuk dicerna. Sehingga oleh pabrik, produkproduk makanan dibuat dalam bentuk koloid. Produk-produk makanan yang menggunakan sistem koloid antara lain kecap, saus,keju, mentega, dan krim.Air sungai mengandung partikel-partikel koloid pasir dan tanah liat yang bermuatan negatif.
1.Perebusan Telur
Telur mentah merupakan suatu sistem koloid dengan fase terdispersi berupa protein. Jika telur tersebut direbus akan terjadi koagulasi sehingga telur tersebut menggumpal.
2.Penggunaan Yoghurt
Susu dapat diubah menjadi yoghurt melalui fermentasi. Pada fermentasi susu akan terbentuk asam laktat yang menggumpal dan berasa asam.
3.Pembuatan Tahu
Pada pembutan tahu dari kedelai, mula-mulai kedelai dihancurkan sehingga terbentuk bubur kedelai (seperti susu). Kemudian, ditambahkan larutan elektrolit, yaitu CaSO4.2H2O yang disebut batu tahu sehingga protein kedelai menggumpal dan membentuk tahu.
4.Pembuatan Susu dan Tahu
Susu dan santan merupakan sistem koloid di bidang makanan. Susu dan santan termasuk emulsi lemak dalam air. Emulsi biasanya distabilkan oleh emulgator, contoh kasein dalam susu. Kasein terdiri atas berbagai macam protein yang mengandung fosfor. Kasein berfungsi menstabilkan dispersi lemak dalam air. Lemak tidak dapat terdispersi saat susu menjadi basi. Ini disebabkan oleh adanya bakteri yang merusak protein (kasein) dalam susu. Akibatnya, lemak menggumpal dan terpisah dari medium pendispersinya yaitu air.
5.Pemutihan Gula
Gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan. Dengan melarutkan gula ke dalam air, kemudian larutan dialirkan melalui sistem koloid tanah diatomae atau karbon. Partikel koloid akan mengadsorpsi zat warna tersebut. Partikel-partikel koloid tersebut mengadsorpsi zat warna dari gula tebu sehingga gula dapat berwarna putih.
6.Agar - Agar
Padatan agar-agar yang terdispersi di dalam air panas akan menghasilkan system koloid yang disebut sol. Jika konsentrasi agar-agar rendah, pada keadaan dingin, sol ini akan tetap berwujud cair. Sebaliknya, jika konsentrasi agar-agar tinggi pada keadaan dingin sol menjadi padat dan kaku. Keadaan seperti ini disebut gel.
7.Pektin
Pektin adalah tepung yang diperoleh dari buah papaya muda, apel, dan kulit jeruk. Jika pektin didispersikan di dalam air, terbentuk sol yang kemudian memadat sehingga membentuk gel. Pektin biasa digunakan untuk membuat selai.
8.Gelatin
Gelatin adalah tepung yang diperoleh dari hasil perebusan kulit atau kaki binatang, misalnya sapi. Jika gelatin didispersikan di dalam air, terbentuk suatu sol yang kemudian memadat dan membentuk gel. Gelatin banyak digunakan untuk pembuatan cangkang kapsul. Agar-agar, pectin, gelatin juga digunakan untuk pembuatan makanan, seperti jelly atau permen ng kenyal (gummy candies).
9.Penghilang Kotoran Pada Proses Pembuatan Sirup
Kadang-kadang gula masih mengandung pengotor sehingga jika dilarutkan tidak jernih. Pada industri pembuatan sirup, untuk menghilangkan pengotor ini biasanya digunakan putih telur. Setelah gula larut, sambil diaduk ditambahkan putih telur sehingga putih telur tersebut menggumpal dan mengadsorpsi pengotor. Selain putih telur, dapat juga digunakan zat lain, seperti tanah diatome atau arang aktif.
Dalam Bidang Kosmetika
Sistem koloid banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, hal ini disebabkan sifat karakteristik koloid yang penting, yaitu dapat digunakan untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling melarutkan secara homogen dan bersifat stabil untuk produksi skala besar. Salah satu kegunaan koloid adalah sebagai bahan kosmetik.
Bahan – bahan kosmetika sangat banyak jenisnya, akan tetapi pada prinsipnya hampir 90% dari bahan itu dibuat dalam keadaan koloid. Hal itu disebabkan sifat koloid yang mudah menyerap pewangi dan pewarna, lembut, mudah dibersihkan, tidak merusak kulit dan rambut dan sekaligus mengandung dua macam bahan yang tidak dapat saling larut.
Macam macam bentuk bahan kosmetik sebagai berikut :
● Bahan kosmetika yang berbentuk aerosol, misalnya parfum dan deodorant spray, hair spray, dan penghilang bau mulut yang disemprotkan.
●Bahan kosmetika yang berbentuk sol, misalnya susu pembersih muka dan kulit, cairan untuk masker, dan cat kuku.
●Bahan kosmetika yang berbentuk emulsi, misalnya susu pembersih muka dan kulit.
●Bahan kosmetika yang berbentuk gel, misalnya deodorant stick dan minyak rambut (jelly).
●Bahan kosmetika yang berbentuk buih, misalnya sabun cukur dan sabun kecantikan.
●Bahan kosmetika yang berbentuk sol padat misalnya pemerah bibir, pensil alis dan maskara
Bahan kosmetika seperti foundation, finishing cream dan deodorant berbentuk koloid dan umumnya sebagai emulsi.
Emulsi adalah suatu system koloid di mana zat terdispersi dan medium pendispersi sama-sama merupakan cairan. Agar terjadi suatu campuran koloid, harus ditambahkan zat pengemulsi (emulgator). Susu merupakan emulsi lemak dalam air, dengan kasein sebagai emulgatornya. Obat-obatan yang tidak larut dalam air banyak yang dibuat dan dipanaskan dalam bentuk emulsi. Contohnya emulsi minyak ikan. Emulsi yang dalam bentuk semipadat disebut krim.
Dalam Bidang Lingkungan
Pembentukan Delta di Muara Sungai
Air sungai mengandung partikel-partikel koloid pasir dan tanah liat yang bermuatan negatif. Sedangkan air laut mengandung ion-ion Na+, Mg+2, dan Ca+2 yang bermuatan positif. Ketika air sungai bertemu di laut, maka ion-ion positif dari air laut akan menetralkan muatan pasir dan tanah liat. Sehingga, terjadi koagulasi yang akan membentuk suatu delta.
Dalam Bidang Kebutuhan Rumah Tangga
Sabun dan Detergen
Sabun dan detergen merupakan bahan pembersih yang penggunaannya untuk membersihkan benda-benda dari kotoran. Misalkan untuk mencuci alat dapur, mencuci baju, mandi, mencuci tangan dan sampo. Jenis koloid ini dapat mencemari air berupa limbah yang berasal dari pemukiman. Selain dari pemukiman juga bisa berasal dari limbah industri, seperti logam berat (misalnya logam Pb dan Hg).
Sabun dengan detergen memiliki perbedaan, yaitu :
Membersihkan benda-benda dengan mencuci memakai sabun maupun detergen didasarkan pada prinsip absorpsi. Absorpsi adalah peristiwa ketika permukaan suatu zat dapat menyerap zat lain. Berbeda dengan absorpsi pada umumnya, penyerapan yang hanya sampai ke bagian dalam di bawah permukaan suatu zat, suatu koloid mempunyai kemampuan mengabsorpsi ion-ion. Hal itu terjadi karena koloid tersebut mempunyai permukaan yang sangat luas. Buih sabun mempunyai permukaan yang luas sehingga mampu mengemulsikan kotoran yang melekat pada benda.
😀THANK YOU😀
Daftar Pustaka :https://www.academia.edu/35776117/Makalah_Kimia_Penerapan_Sistem_Koloid_dalam_Kehidupan_Sehari-hari
http://kimiadahsyat.blogspot.com/2009/06/kegunaan-koloid-dalam-kehidupan-manusia.html?m=1
http://organiksmakma3b30.blogspot.com/2013/04/manfaat-koloid-dalam-kehidupan-sehari.html?m=1
https://hengky11blog.wordpress.com/2014/02/04/kegunaan-koloid-dalam-kehidupan-sehari-hari/
https://www.pelajaran.co.id/2016/07/penggunaan-sistem-koloid-dalam-kehidupan-sehari-hari.html
Buku Paket Kimia Farmasi Vol 2 ,Rahayu Wahananingtyas,S.Pd , Susi Sri Rejeki,S.Pd ,Peni Indaryanti,S .T




















